Jumat, 27 November 2015

COMPLAINT AS A GIFT



Apa yang dimaksud dengan "complaint"? Complaint/keluhan adalah ekpresi yang timbul sebab adanya perbedaan antara persepsi (apa yang dilihat) dan ekspektasi (apa yang diharapakan) oleh pelanggan, complaint menjadi wujud ketidakpuasaan pelanggan terhadap suatu pelayanan atau produk yang membutuhkan tanggapan dan solusi. Sebagai contoh complaint yang biasanya terjadi diantaranya AC yang panas di hotel, kualitas rasa makanan, penundaan penerbangan yang lama, lingkungan yang kurang bersih, ataupun pelayan yang tidak sopan. Masih banyak lagi contoh complaint yang terjadi dalam sebuah pelayanan atau produk tertentu. Hal yang membuat complaint terjadi adalah ketidakpuasan atau ketidaksesuaian ekspektasi pelanggan terhadap sebuah produk atau pelayanan.



Dalam menjalin hubungan yang baik dengan pelanggan, maka seseorang perlu memahami kebutuhan pelanggan. Sebab 68% pelanggan bisa pergi begitu saja karena pelayanan yang buruk, dan akan menjadi sulit mempertahankan hubungan dan kepercayaan pelanggan terhadap kita. Maka dari itu kita perlu mengetahui cara untuk meningkatkan kualitas pelayanan atau produk. Namun biasanya reaksi spontan yang terjadi saat seseorang menerima complaint diantaranya akan menolak complaint, merasa reputasinya turun, tidak percaya akan perkataan pelanggan, merasa menjadi penghalang dan memakan waktu, bahkan ada yang menjadi marah karena tidak ingin menerima complaint. Terkadang hal-hal ini dipengaruhi oleh cara pelanggan menyampaikan complaintnya, dimana sikap dalam meyampaikan complaint itu kasar, emosi, tidak memahami aturan yang ada, complaint tanpa alasan sebab mungkin mereka merasa benar dan menganggap dirinya adalah raja.

Sesungguhnya apabila seseorang mampu memandang complaint dari sisi positif, complaint bersifat memotivasi dan membangun seseorang. Sebagai contoh, sebuah produk tidak bekerja atau berfungsi dengan baik, dari sisi lain kita bisa melihat bahwa mungkin pelanggan tidak mengerti cara penggunaannya dan mereka membutuhkan bantuan. Hal sederhana yang diharapakan daripada pelanggan terhadap complaint yang ia sampaikan adalah mereka ingin didengarkan, dimengerti, dan dihargai. Mereka ingin keluhannya dapat ditanggapi dengan cepat dan tepat, mengharapkan permintaan maaf dari pihak yang mereka keluhkan, dan yang terpenting adalah tindakan nyata untuk memperbaiki permasalahan. Apabila seseorang mampu melakukan hal tersebut maka mereka berhasil mempertahankan pelanggannya untuk percaya akan pelayanan atau produk mereka.

Berikut 5 prinsip dasar dalam menangani keluhan (T.R.U.S.T) :

  • Trustworthy : bertanggung jawab, bersikap profesional dan dengan etika
  • Respect : menghargai pelanggan sehingga mereka merasa penting bagi kita
  • Understanding : mengerti perasaan pelanggan dan melihat dari sisi mereka
  • Sensitivity : peka terhadap keinginan pelanggan dan gerak-gerik secara verbal maupun non verbal demi menjalin komunikasi dan hubungan yang baik
  • Timeliness : bertindak dengan cepat dan tanggap
7A's Model dalam menangani keluhan :
  • Acceptance : menerima keluhan dengan terbuka dan memandang dari sisi positif
  • Apology : meminta maaf menunjukkan bentuk penghargaan terhadap keluhan pelanggan
  • Empathy : menunjukkan sikap memahami pelanggan
  • Analysis : mendengarkan  terlebih dahulu tanpa intrupsi, kumpulkan informasi untuk mengklarifikasi keluhan
  • Alternative solution : memberikan solusi yang sesuai dengan pelanggan
  • Agreement : memastikan solusi yang diberikan diterima
  • Assurance : menunjukkan sikap dan niatan untuk membantu dan berterimakasih akan keluhan pelanggan.
model ini berawal dari langkah pertama bagaimana emosi dan sikap  menangani keluhan, lalu memecahkan masalah dan terakhir adalah bagaimana kita mampu memberikan akhir yang positif untuk pelanggan  dan masalah pun terselesaikan.

Selain itu, seseorang harus mampu memberikan pelayanan yang efektif untuk menghindari munculnya keluhan dengan :
  • Know the product :memahami dan mempelajari produk (menguasai)
  • Reach out :melayani dengan sopan, mampu menjawab pertanyaan pelanggan (pengetahuan) serta menjangkau pelanggan yang membutuhkan bantuan. Selain itu mengundang kembali pelanggan
  • Be alert : peka terhadapa ekspresi dan gerakan tubuh yang menunjukkan pelanggan membutuhkan bantuan
  • Get help fast : cepat dan tanggap dalam memberikan bantuan, apabila tidak mampu lebih baik meminta bantuan kepada orang yang lebih mengetahui
Sebuah keluhan seringkali dipandangan sebagai hal yang buruk ataupun tidak enak apabila adanya keluhan. Apakah dari sisi pelanggan yang tidak puas, merasa kecewa, mungkin juga marah atau dari sisi pemberi layanan dan produk yang tidak mampu memberikan yang terbaik. Namun saat sebuah keluhan atau complaint dapat dilihat dari sisi lain yang positif, maka keluhan ini membuat seseorang dan produk semakin membaik dan berkembang. Disaat adanya keluhan, maka keluhan itu menjadi masukan bagi kita untuk dapat memperbaiki kesalahan sehingga mampu menghasilkan produk dan layanan yang lebih baik lagi. 

Rasa menghargai menjadi hal yang sangat penting dalam sebuah keluhan, dimana sebagai pelanggan mampu menyampaikan keluhannya dengan cara yang tepat tanpa emosi, sedangkan pemberi layanan dan produk juga mampu menerima keluhan tersebut dan berusaha untuk memberikan perubahan yang baik serta tanggap terhadap keluhan pelanggan. Apabila rasa penghargaan tersebut ada diantaranya maka segala permasalahan dapat diselesaikan dengan cara yang damai dan tepat. 





Sabtu, 21 November 2015

Service Excellence

Service atau pelayanan menjadi bagian utama dalam dunia pariwisata, sebab pelayanan yang dilakukan demi kepuasan pelanggan. Pelanggan sendiri bukanlah raja tetapi rekan atau partner, dimana pelanggan menjadi bagian dari organisasi kita. Pihak yang memiliki keinginan untuk dipenuhi atau bahkan melampaui harapannya. Pelayanan yang diberikan sangat mempengaruhi tingkat kepuasan pelanggan, apakah pelayanan yang diberikan biasa saja, sesuai harapan, atau bahkan sangat menyenangkan pelanggan.

Dalam mencapai tahap kepuasan pelanggan, kita perlu mengetahui harapan pelanggan terlebih dahulu. Adapula harapan tersebut dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, komunikasi (advertisement, word of mouth,dll), dan personal needs. Pengalaman masa lalu menyangkut pernahnya pelanggan merasakan suatu pelayanan sehingga terkadang membandingkan atau menyamakan, komunikasi berhubungan dengan iklan-iklan, sedangkan personal needs bergantung pada tiap pelanggan yang berbeda tipenya. Setelah kita mengetahui harapan daripada pelanggan, seseorang juga perlu meningkatkan pelayanannya hingga mencapai tahap kepuasan tertentu. Meningkatkan pelayanan dilakukan demi mengikuti harapan pelanggan yang selalu berubah/meningkat pula, dengan begitu akan menghasilkan pelanggan yang selalu happy (quality service). Selain itu pelanggan menerima nilai yang lebih besar karena pelayanan yang semakin baik  sehingga pelanggan akan merasa aman dan terjamin (excellent). Hal ini pula yang akan membuka peluang untuk pelanggan akan merekomendasikan kualitas pelayanan yang dinikmatinya (red carpet) dan menyampaikan penglamannya kepada keluarga dan teman (world class). 

Disisi lain, sebagai peyedia jasa akan menghasilkan pelanggan yang bahagia shingga akan melakukan transaksi ulang dan pada akhirnya akan meningkatkan penjualan dan menambah profit. Selain itu menghasilkan pelanggan setia akan dengan senang hati memberikan masukan untuk peningkatan kualitas pelayanan dan akan memahami dan memaafkan apabila ada kesalahan, hal ini akan membuat orang senang untuk bekerjasama.
Dalam mencapai kriteria pelayanan yang berkualitas, terdapat 5 dimensi yang dapat menjadi acuan :
  • Reliability : kemampuan melakukan pelayanan secara akurat, tepat, dan sesuai janji
  • Assurance : kompetensi, kreidibilitas, kesopanan, dan keaman dalam penggunaan pelayanan
  • Tangible  : fasilitas, personil, peralatan, dan alat komunikasi pelayanan
  • Emphaty : memahami dan mendengarkan pelanggan
  • Responsiveness : kesediaan membantu dan kecepatan dalam pelayanan
Mencapai pelayanan yang berkualitas dapat diliat dari sisi produk dan pelayanan yang sempurna, sistem pelayanan yang efisien dan efektif, kebijakan/prosedur, umpan balik, dan struktur organisasi, serta sumber daya manusia yang sungguh berkompeten dan terlatih. Dalam menciptakan pelayanan yang berkualitas, sumber daya manusia menjadi aspek penting dan utama yang berpengaruh dalam menjalankan pelayanan. Sebab pelayanan lebih pada hal yang dirasakan dan tidak dapat dilihat wujudnya maka dari itu seseorang yang menjalankan pelayaan perlu change the mindset. Seseorang perlu membentuk karakter kedermawaan, ketulusan, semangat untuk membantu, semangat untuk belajar dan berkembang, berani mengambil tanggung jawab, dan melihat sesuatu dari sisi pelanggan.
Adapula prinsip dasar mencapai kesempurnaan pelayanan dengan :
  • berusaha mengerti kebutuhan, harapan, pertimbangan pelanggan
  • memberikan informasi yang benar pada waktu yang tepat
  • selalu merencanakan proses, fasilitas, produk, SDM
  • berusaha menemukan solusi demi kenyamanan pelanggan
  • memenuhi prinsip-prinsip yang berorientasi pada pelayanan
  • melakukan peningkatan yang berkesinambungan
Sehingga pada akhirnya kualitas pelayananlah yang menjadi penggerak utama bisnis diikuti dengan peningkatan-peningkatan produk, sistem, dan sumber daya manusia.

Jumat, 13 November 2015

KOMUNIKASI

"Komunikasi", kata yang dekat dengan kita bahkan setiap kali kita lakukan. Komunikasi berarti suatu seni dan proses seseorang atau kelompok dalam menyebarluaskan suatu informasi, gagasan dan perilaku dari seseorang atau kelompok kepada yang lainnya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara verbal atau lisan dan non verbal. Verbal biasanya terkait dengan kata-kata atau kalimat, intonasi, kecepatan, waktu dan lainnya. Sedangkan non verbal dilakukan dengan menggunakan gerakan tubuh, isyarat, ekspresi wajah, kontak mata, dan lainnya. 

Kedua bentuk komunikasi ini saling terkait dan melengkapi, namun berdasarkan sebuah penelitian komunikasi terdiri dari 7% verbal, 38% suara dan 55% ekspresi wajah dimana menunjukkan bahwa komunikasi non verbal lebih efektif. Sebab fungsi dari komunikasi non verbal sendiri adalah meyakinkan apa yang diucapkan (kata-kata), menunjukkan perasaan dan emosi, menunjukkan jati diri, dan menyempurnakan komunikasi verbal. Komunikasi non verbal dapat menyampaikan hal yang tidak dapat disampaikan langsung dengan kata-kata. Perbedaan verbal dan non verbal adalah komunikasi verbal dengan simboliknya yang eksplisit, spesifik dan berupa kalimat, proses yang berlangsung menggunakan otak kiri sedangkan non verbal itu implisit, reaksi alami dan berupa perilaku serta mengandalkan otak kanan. Berikut kelebihan dan kekurangan komunikasi verbal dan non verbal :
VERBAL + berupa lisan dan tulisan
                  membahas ide, abstraksi, kejadian masa lalu
                  terkontrol
                - redudansi, repetisi, ambigu, abstraksi
                  kata-kata terbatas
                  membutuhkan waktu
                  pesan yang disampaikan hanya sebagian

NON VEBAL + perasaan dan emosi tersampaikan
                         menyampaikan makna bebas dari penipuan, distrosi dan kerancuan
                         efisien dari sisi waktu, saran sugesti, menyempurnakan komunikasi verbal
                      -  sulit diatur atau diluar kontrol, alami sehingga kurang terencana

Selain itu terdapat jenis-jenis komunikasi yang terdiri dari:
  • Intrapersonal : komunikasi pada diri sendiri seperti berimajinasi, berkhayal
  • Interpersonal : komunikasi antara 2 orang tatap muka, lebih efektif
  • Kelompok kecil : komunikasi dalam jumlah sedikit >2 orang
  • Publik : komunikasi dalam lingkup lebih besar, lebih kompleks karena perbedaan pendapat
  • Massa : komunikasi dengan perantara media seperti surat kabar, TV, radio. Banyaknya makna dan tidak saling mengenalnya membuat komunikasi tidak efektif 
Adapula model-model komunikasi yang terdiri dari :
  • Linier : komunikasi berupa kata-kata,suara, tindakan atau gerak-gerik, seperti seorang ibu menasehati anaknya
  • Transaksional : komunikasi yang berlangsung secara terus menerus secara kooperatif dan saling bertanggung jawab atas dampak dan ekefetivitas komunikasi, seperti diskusi, mendayung sampan
  • Konvergensi : bersatunya layanan telekomunikasi, informasi dan penyiaran, media massa dimana adanya hubungan timbal balik (partisipan), seperti sosial media

Komunikasi akan menjadi efektif dengan mengandung komponen yaitu pengirim, penerima, media, umpan balik dan aturan yang disepakati. Dimana dalam proses komunikasi juga terdapat hambatan-hambatan untuk mencapai keefektifan komunikasi, hambatan tersebut diantaranya adalah suara gaduh atau birisik, media yang tidak sesuai, salah pengertian, emosi, perbedaan bahasa, dan kemampuan menyimak yang buruk. Kemampuan menyimak yang buruk berkaitan dengan perbedaan listening dan hearing, dimana hearing bersifat fisik, alami, dan pasif, sedangkan hearing lebih pada fisik dan mental, aktif (feedback), dan mencerna atau menyimak yang baik. Dengan menyimak dengan baik maka komunikasi dua arah juga akan berjalan dengan lancar, akan mempermudah interaksi kita dengan orang lain dan jauh dari kesalahpahaman.








Sabtu, 17 Oktober 2015

Etika & Etiket

Etika adalah suatu sikap dan perilaku yang mampu menaati ketentuan dan norma dalam kehidupan. Etiika mencakup penerapan konsep benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab, etika menjadi hal yang penting dalam bertindak di kehidupan masyarakat.Nilai dan norma menjadi pengatur seharusnya bersikap dan berperilaku dengan baik seperti sikap hormat, keadilan dan bertanggung jawab. Biasanya nilai menjadi acuan yang dianggap sebagai prinsip etis atau moral. Selain itu etika berkaitan dengan perilaku manusia dalam menjalani kehidupan sosial yang tertib maka seseorang memerlukan kesepakatan, pemahaman, prinsip yang menyangkut pola perilaku.


Jenis etika :
1. Fisiologis berasal dari kegiatan berfirasat atau berfikir.
    a. non-empiris  : lawan dari empiris yang berarti fakta atau konkret
    b. praktis       

2. Teologis berhubungan dengan agama.

Etiket adalah sikap sopan santun yang mengatur hubungan antara kelompok manusia yang beradab dalam pergaulan.

Perbedaan etika dan etiket :

Etika :
  • tidak terbatas pada cara perbuatan, tetapi lebih menerima norma yang menyangkut perbuatan boleh atau tidak dilakukan, contoh : dilarang merokok di SPBU.
  • berlaku dengan ada atau tidak adanya saksi mata, contoh : melunasi hutang
  • bersifat absolute, contoh : tawuran antar pelajar yang memakan korban, maka harus dikenakan sanksi hukum.
  • menyangkut manusia dari segi dalam (lahiriah dan batiniah), contoh : pembayaran gaji tepat waktu
Etiket :
  • perbuatan yang harus dilakukan oleh manusia, contoh : berpamitan, mengetuk pintu saat bertamu.
  • hanya berlaku dalam pergaulan, tidak ada saksi mata maka etiket tidak berlaku. contoh : bersendawa saat ada orang maka itu tidak sopan, namun saat sendirian tidak apa-apa.
  • bersifat relatif, contoh : perbedaan budaya barat dan timur (cara berpakaian).
  • menyangkut manusia dari segi lahiriah saja, contoh : anggota DPR sibuk membuka situs saat rapat.
Etika lebih menghimbau seseorang bertindak sesuai moral yang datang dari kesadaran diri sendiri mengetahui yang baik dan benar untuknya, mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan sesorang dalam kehidupan masyarakat. Sedangkan etiket semacam sikap yang mengandung nilai sopan santun dalam pergaulan yang menyangkut tata cara lahiriah, mengatur apa yang pantas dan tidak pantas untuk dilakukan.











Profesionalisme

Profesionalisme berarti suatu sifat kemahiran, kemampuan dan cara pelaksanaan sesuatu sebagaimana sewajarnya. Dalam setiap kegiatan yang kita lakukan, kita harus menjadi orang yang profesional dimana diperlukan totalitas dan tanggung jawab dalam menjalaninya. Hal ini berpengaruh pada cara berkomunikasi, cara bekerja ataupun ketrampilan kita. Setiap profesi juga memiliki aturan dan hukum tersendiri dalam mengatur seseorang profesional bertindak dan berfikir. Seseorang yang melanggar kode etik akan mendapatkan teguran hingga sanksi dan dinyatakan tidak profesional. Dalam menjadi seseorang yang profesional diperlukan komitmen dari dalam diri sendiri dan orang lainlah yang bisa menilai cara kita. Dengan dasar sikap yang baik, pengetahuan yang luas dan ketrampilan yang handal menjadi bagian disebutnya profesional. Menanmpilkan diri dari sisi terbaik dan menunjukkan kinerja yang baik, maka orang lain bisa percaya kalau kita adalah seseorang yang profesional. Kita juga mampu menempatkan diri sebagaimana semestinya, menghargai orang lain, menghargai waktu .



Ciri-ciri profesional sebagai berikut :
1. Mengejar kesempuraan hasil
seseorang yang memiliki profesionalisme yang tinggi akan berusaha mengerjakan suatu hal dengan cara yang sebaik mungkin sehingga dipandang sempurna dan mampu mencapai tujuan.

2. Meningkatkan dan memelihara wibawa
dimana sesorang akan terus mewujudkan perilaku profesional tersebut sehingga akan terlihat totalitasnya. Perwujudan ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti cara berkomunikasi, penggunaan bahasa, hubungan dengan orang lain, sikap hidup, tanggung jawab dan loyalitas.

3. Mengejar kesempatan pengembangan
demi tercapainya suatu tujuan maka seseorang perlu meningkatkan kualitas pengetahuan dan ketrampilannya sehingga mampu menjadi yang lebih baik lagi serta adanya rasa percaya diri untuk maju.



Jumat, 02 Oktober 2015

Pantai Sawarna

Kawasan Pantai Sawarna terletak di pantai Selatan Lebak, wilayah Kampung Gendol, Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten. Pantai indah ini jaraknya sekitar 150 km dari pusat kota Rangkasbitung, berada di wilayah Banten Selatan, dan berada di sekitar perbatasan antara Povinsi Banten dengan Provinsi Jawa Barat. Kawasan hutan pantai yang dulu dikenal sebagai desa siluman kini menjadi tujuan wisata yang lebih menarik daripada Pelabuhan Ratu yang berada dalam satu garis. Jarak antara Pantai Sawarna Banten dengan Pelabuhan Ratu juga cukup dekat, kurang lebih 46 kilometer, dapat ditempuh dengan kendaraan dalam waktu sekitar 45 menit dengan arus lalu-lintas normal. 

Pantai yang masih asli dengan air laut yang jernih ini disebut sebagai mutiara baru di Selatan Banten. Pantai Sawarna mulai dilirik oleh wisatawan lokal sejak tahun 2000, namun sayangnya jalanan menuju kawasan tersebut dulunya belum mulus serta tempat penginapan bersifat homestay di rumah penduduk sekitar. Warga setempat di Sawarna adalah nelayan penangkap ikan kecil impun dan ikan teri halus atau kadang orang kota menamakannya teri medan. Di sini wisawatan dapat membeli teri halus hanya harga kurang dari 5 ribu rupiah. Rasa teri halus ini sangat gurih dan sering dibuat pepes atau digoreng campur terigu. Makanan ini dapat ditemukan di warung-warung makan sebelum atau setelah kawasan pantai. 

Pantai Sawarna ini memiliki daya tarik tersendiri, dimana terdapat sebuah batu besar yang biasa di sebut batu layar yang sudah ada sejak dahulu kala. Terbentang luas dengan landscape muara sungai, hamparan batu karang, pemandangan laut biru, hamparan pasir putih yang berpadu dengan air yang jernih dan menyuguhkan pemandangan dari hijaunya hutan tropis yang dilindungi oleh pemerintah serta goa-goa disekitar pantai. Bentang alam yang sangat menarik dan unik dengan kondisi alam yang relatif masih perawan, sebab belum banyak mengalami kerusakan dan eksploitasi pembangunan. 
Topografi kawasan pantai ini juga agak berbukit dengan ketinggian kurang dari 10 meter di atas permukaan laut dan penduduk sebagian besar bermukim di daerah kaki perbukitan. 

Bukan sekedar pesona alamnya yang memiliki potensi dalam dunia pariwisata, akan tetapi latar belakang sejarah, keunikan kuliner khas, serta corak budaya dan gaya hidup masyarakat pun menjadi sumber daya yang sangat potensial untuk menunjang kegiatan wisata di Pantai Sawarna. Budaya khas yang dapat dijumpai diantaranya kerajinan ukir dari kayu mahoni, minuman penghangat dari buah huni yang menjadi khas kuliner, dan sale pisang yang diolah tanpa bahan pengawet secara tradisional. Pertunjukan seni seperti pencak silat juga dapat menjadi tontonan menarik dari kekayaan budaya lokal. Kawasan pantai ini memiliki berbagai macam objek wisata menarik untuk dikunjungi seperti pantai, sungai, hutan, panjat tebing, gua, dan agrowisata. 

Bagi wisatawan yang hobi berselancar atau surfing maka Pantai Sawarna adalah tempat yang tepat sebab pantai ini menghadap ke Samudera Hindia yang memiliki ombak khas pantai Selatan dengan ombak yang besar dan kuat. Ombak yang spektakuler ini bahkan telah dicicipi peselancar dari Amerika, Australia, Jepang, dan Korea. Selain itu dapat merasakan snorkeling dengan beragam ikan hias dan terumbu karang. Di Sawarna ada pula wisata gua, beberapa gua yang berbeda ukuran dapat dikunjungi seperti: Goa Lalay, Goa Sikadir, Goa Cimaul, 

Goa Singalong, dan Bukit Pasir Tangkil. Gua Laylay atau Goa Kalelawar yang dihuni ratusan kalelawar dan jernihnya air mengalir dalam gua. Goa Lalay terbentuk dari retakan pada batu gamping akibat pengaruh tektonik. Panjang gua diperkirakan sampai 1000 meter. Retakan tersebut kemudian menjadi jalan air yang melarutkan batu gamping tersebut sesuai dengan sifat fisiknya yang mudah larut dalam air. Air yang melarutkan batu gamping tersebut selanjutnya mengendap dan menghasilkan berbagai ornamen gua. Bagian dasar gua ini merupakan sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan 10 sampai 15 cm. Pantai Sawarna merupakan kawasan wisata pantai di pesisir Selatan Pulau Jawa, dan terdiri dari beberapa area yang dapat dikunjungi, diantaranya adalah : 

• Pantai Tanjung Layar Pantai yang memiliki nilai jual keindahan batu-batu karang raksasa di tengah samudera, ditambah dengan terjangan ombak yang mempesona. Diberi nama Pantai Tanjung Layar karena terdapat dua batu karang raksasa yang sepintas membentuk sebuah kapal layar mengembang. Keunikan bentuk batu karang raksasa ini sangat digemari oleh para pencinta fotografi untuk mengambil gambar, namun perlu berhati-hati karena karang yang tajam dan licin bisa melukai kaki.

 • Pantai Pasir Putih Sebuah area wisata dengan pemandangan pantai yang elok, landscape landai dan hamparan pasir putih. Ombak yang relatif besar sangat cocok untuk olahraga berselancar, selain itu pengunjung dapat bermain olahraga volley dan beberapa kegiatan outbond. Pada saat sore hari, pengunjung dapat menikmati pemandangan sunset yang begitu mempesona.

 • Pantai Legon Pari Area pantai yang berada di belakang bukit-bukit desa Sawarna ini menjadi spot yang cocok untuk menikmati keindahan sunrise dan menjadi buruan para pecinta fotografi. Namun untuk mencapai lokasi tersebut, wisatawan harus menyebrangi jembatan gantung dan menaiki bukit ataupun menyusuri perjalanan dengan ojek. Selain keindahan sunrise, deburan ombak yang keras juga akan diserbu oleh para wisatawan penggemar olahraga surfing.

 • Kelebihan berwisata ke Pantai Sawarna :
1. Suasana masih alami 
2. Penginapan murah, sekitar 100-500 ribu permalam
3. Biaya masuk terjangkau 5000 per orang 
4. Terdapat banyak tempat wisata menarik lainnya

 • Kekurangan berwisata ke Pantai Sawarna : 
1. Jalur akses yang kurang baik 
2. Biaya transportasi ojek yang relatif mahal 
3. Jaringan sinyal rendah 

TRANSPORTASI 

Untuk menuju Pantai Sawarna dapat menempuh jalur: Serang-Pandeglang-Malimping-Bayah-Sawarna, Rangkasbitung-Cileles-Gunung Kencana-Malimping-Bayah-Sawarna, Pelabuhan Ratu-Ciabareno-Bayah. Dari Jakarta,perjalanan dapat ditempuh menggunakan jalur tol Tomang hingga Serang Timur, berikutnya dari Serang Timur lanjut kearah Saketi, di Pandeglang. 

Alternatif lain adalah naik bus jurusan Jakarta-Serang dengan tarif sekitar Rp20.000,00, berikutnya dari Serang menuju Bayah menggunakan Elf bertarif Rp25.000,00. Selain itu, dapat menaiki bus ke Pelabuhan Ratu, dari Pelabuhan Ratu ada kendaraan Elf yang akan langsung menuju Sawarna dengan membayar ongkos sekitar Rp20.000,00. Jalur yang dilalui adalah: Pelabuhan Ratu-Cikuray-Cibeber-Bayah. 

Sementara dari arah Bogor dapat melalui Pelabuhan Ratu lalu menuju Cilograng yang jaraknya kurang lebih 145 km. Wisatawan yang datang dari Jakarta juga dapat memilih rute dari Bogor dengan menggunakan bus umum dari terminal bus di Bogor menuju Pelabuhan Ratu yang kemudian dilanjutkan dengan naik bus menuju Pasar Kecamatan Bayah. Perjalanan menuju desa wisata Sawarna dengan naik jeep yang cocok untuk kondisi jalanan yang naik-turun dan berkelok-kelok. Dari arah Bayah menuju desa Sawarna dapat menaiki ojek motor dengan ongkos sekitar Rp 30.000,00 dengan jarak sekitar 1 km dari jembatan gantung 

Jakarta ==> Sukabumi ==> Pelabuhan Ratu ==> Bayah Jakarta ==> kalideres ==> Rangkas Bitung ==> Bayah Stasiun Tanah Abang (Jakarta) ==> Rangkas Bitung ==> Bayah 

SARAN 

• Perjalanan dari Rangkasbitung melalui Cileles-Malingping kondisi jalannya kurang baik. Jalur Serang ditempuh selama 8 jam dengan kondisi jalanan relatif baik, kecuali jalur antara Saketi hingga Malimping yang rusak karena sering dilalui truk bermuatan kelapa sawit.

 • Tidak ada kendaraan umum melewati Desa Sawarna jadi lebih baik menggunakan kendaraan pribadi atau sewaan. Gerbang wisata Sawarna yang kurang begitu terlihat terutama bila malam, sehingga dapat bertanya kepada masyarakat sekitar saat memasuki Kecamatan Bayah.

 • Di antara gerbang Sawarna hingga objek wisata terdapat beberapa tanjakan dan turunan yang curam tetapi tersedia rambu peringatan.

 • Objek wisata Sawarna ditandai ramainya warung dan pangkalan ojek yang berseberangan dengan jembatan gantung kecil bernama Jembatan Kalpanax. Parkir mobil tersedia di sekitar jembatan tersebut.

 • Di Pantai Sawarna belum ada toilet atau MCK. Anda perlu berjalan menuju kampung terdekat sekitar 600 meter dari pantai.


Self Development


Sebuah perusahaan akan mencari tenaga kerja yang terlatih dan terdidik, dimana berarti para pelajar saat ini perlu meningkatkan kualitas dirinya. Sebab tiap tenaga kerja akan saling bersaing mendapatkan pekerjaan yang ia minati. Dimana pribadi tersebut harus memiliki kemampuan di bidang yang memang dibutuhkan perusahaan dan memiliki invoasi pula. Seseorang harus dibentuk menjadi innovators sehingga tidak selalu bergantung dengan orang lain namun dapat membuka usahanya sendiri atau lainnya. Dengan berinovasi maka seseorang juga membuka peluang baru untuk tenaga kerja lainnya dan dapat mengembangkan kemampuannya. 

Memperkuat dasar-dasar ilmu pengetahuan, skill, dan membuat sebuah target demi tercapainya tujuan seseorang dalam hidupnya serta mampu memaksimalkan potensi yang ada dalam dirinya. Seseorang perlu mengenal pribadinya, mengenal kekuatan dan kelemahannya sehingga mengetahui peluang apa yang dapat ia ambil serta tantangan apa yang akan dihadapi. Memperkuat kelebihan yang memang baik, memperbaiki kelemahan menjadi langkah awal untuk mempersiapkan diri dalam bersaing. Kita juga membutuhkan orang lain dalam mengembangkan diri kita, sebab terkadang orang yang memperhatikan kita lebih mengenal diri kita daripada kita sendiri. Menerima masukan, saran maupun kritikian adalah hal yang baik untuk kita simak dan pikiran, mungkin saja merekalah yang bisa melihat potensi dalam diri kita ataupun hal-hal yang perlu kita perbaiki.

Pada saat ini, masih banyak pengangguran yang belum dapat bekerja karena berbagai alasan, apakah minimnya ilmu dan keterampilan ataupun pemutusan hubungan kerja berdasarkan keputusan perusahaan. Padahal di jaman yang berkembang ini, harga-harga kebutuhan hidup meningkat mengikuti perputaran yang ekonomi yang tidak stabil. Seseorang harus mempersiapkan diri dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, memprioritaskan sesuatu yang memang harus diselesaikan terlebih dahulu. Terdapat empat kuadran pembagian waktu, pertama yaitu mendesak dan penting. Contohnya pelajar lebih memilih mengerjakan tugas-tugas mendekati deadline atau sistem kebut semalam karena pada hari sebelumnya bersantai-santai dan mengulur waktu. Apabila dilakukan survey, para pelajar akan menjawab bahwa diwaktu yang mendesak itulah inspirasi akan datang dengan cepat. Kuadran pertama ini menyangkut hal-hal yang memang sungguh menjadi prioritas utama yang harus diperhatikan. Pada kuadran kedua adalah penting dan tidak mendesak, pada kuadran inilah seharusnya tugas diselesaikan dimana tugas menjadi hal yang penting bagi pada pelajar dan menyelesaikan jauh sebelum batas akhir pengumpulan tugas sehingga tidak terburu-buru dan lebih dapat bersantai nantinya. Kuadran ketiga, mendesak dan tidak penting seperti contohnya kegiatan diluar jam belajar di sekolah atau kampus, tugas yang rentang waktunya lama seperti pembuatan laporan atau proyek yang membutuhkan proses yang panjang. Sedangkan kuadran keempat, tidak penting dan tidak mendesak seperti berpergian bersama teman, berbelanja, bermain video game dan hal-hal yang bersifat hiburan lainnya.

Dengan membagi waktu dengan baik maka segala hal yang harus dikerjakan menjadi lebih teratur dan terencana, sehingga membentuk pribadi yang bertanggung jawab dan disiplin. Apabila seseorang memang sudah terbiasa dalam membuat perencanaan maka segalanya akan lebih terarah dan semua pekerjaan dapat dikerjakan tepat waktu. Namun kembali lagi pada sifat manusiawi orang yang berbeda-beda, ada orang yang lebih senang bersantai dahulu baru menyelesaikan pekerjaannya. Setiap orang memiliki prioritas masing-masing, diri sendirilah yang mampu mengaturnya dan mengarahkan diri, "menjadi seperti apakah yang saya inginkan". Apakah ingin menjadi orang terpilih yang aktif dan berusaha atau menjadi orang yang pasif berdiam diri. Ingin menonjol daripada yang lain, maka harus memiliki nilai jual yang tinggi pula, berani untuk berbeda daripada yang lain. Meningkatkan potensi yang ada dalam diri kita sehingga menjadi pribadi yang berkualitas seutuhnya dalam kognitif maupun afektif, dalam pengetahuan dan keterampilan.


"Orang yang biasa-biasa saja mudah untuk dicari, namun orang yang luar biasa dengan kemampuan dan inovasilah yang akan mendapat peran".








Jumat, 18 September 2015

Kepribadian

Dunia pariwisata dikenal dengan pelayanannya, ramah tamah, pengetahuan, perilaku dan terpenting adalah attitude. Attitude menjadi dasar dalam dunia kerja, dunia pariwisata dimana banyaknya interkasi dengan pribadi-pribadi baru. Pribadi yang memiliki beragam kepribadian, kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu dalam bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Berdasarkan psikologi, kepribadian merupakan berbagai aspek psikis dan fisik yang merupakan suatu stukrur dan proses yang dapat berubah sesuai dengan lingkungannya. Terdapat beberapa aspek kepribadian, yaitu: 
  • Karakter : mematuhi etika perilaku, memegang pendirian
  • Tempramen : mereaksi rangsangan yang datang dari lingkungan
  • Sikap : sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen
  • Stabilitas emosi : reaksi emosional terhadap rangsangan, seperti marah, sedih, atau putus asa
  • Responsibilitas : siap menerima resiko dari perbuatan yang dilakukan
  • Sosiabilitas : hubungan interpersonal, seperti sifat terbuka atau tertutup dan kemampuan komunikasi.
Aspek-aspek tersebut tentunya dipengaruhi banyak faktor pula, antara lainnya adalah faktor keturunan dimana sudah menjadi bawaan genetika (fisik,tingkat energi,irama biologis,dan lainnya) dan keluarga menjadi dasar pembentukan karakter seseorang, ada juga faktor lingkungan memiliki pengaruh besar dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan dengan nilai dan norma, serta karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seseorang (malas,ambisius,malu,takut,dan lainnya). Dalam mengetahui kepribadian seseorang, dapat dilakukan tes seperti tes MBTI mengenai kecendrungan sifat dasar manusia.

  • Attitude : Introvert, Extrovert
  • Information Gathering : Sensing, Intuition
  • Desicion Making : Thinking, Feeling
  • Sturcture Orientation : Judging, Perceiving
Ada juga tes DISC mengenai tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian,yaitu:
  • Dominance : bersikap tegas, keras, independen, dan ambisius. Pribadi yang menyukai tantangan dan persaingan.
  • Influence : pribadi yang suka menghibur orang lain, senang berteman, berpartisipasi dan hal lain yang bersifat sosial.
  • Steadiness : orang yang berkeras hati, gigih, sabar, stabil dan fokus.
  • Compliance : pribadi yang suka dengan hal yang detail, mengikuti prodesur dan tanggung jawab. Penuh pertimbangan dan kritis namun lambat dalam pegambilan keputusan.
Dalam diri manusia terdapat 4 jenis kepribadian, secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Sanguin : pada umumnya pandai persuasif, ekspresif, senang bersosialisai namun disisi lain mudah tepengaruh dan membesar-besarkan suatu hal.
  2. Koleris : senang memimpin, mengambil keputusan, mandiri, biasanya memiliki visi ke depan namun terkadang menuntut orang lain,terlalu keras dan kaku.
  3. Melankolis : Analistis, kritis, perfeksionis, melihat sisi negatif, pendendam dan sulit bersosialisasi.
  4. Plegmatis : mudah bergaul, santai, tenang, peduli, rasa rumor tinggi, namun kurang auntisias, mudah takut dan khawatir, suka menunda-nunda.
Mengetahui kepribadian client/wisatawan sangat membantu pekerja dalam dunia pariwisata berperilaku, mengendalikan diri dan tindakan menyesuaikan pribadi yang dilayani. Sebab client ingin seorang yang tepat waktu, bekerja dengan baik, bertanggung jawab, loyal dan pastinya dapat diajak berkomunikasi dua arah. Setiap pribadi memiliki karakteristik yang tentunya tidak sama dengan yang lain, seseorang yang ingin berwisata juga memiliki tipe-tipe yang berbeda. Ada wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah yang belum pernah ia kunjungi sama sekali (drifter), melakukan perjalanan ketempat yang jarang dikunjungi orang dengan mengatur perjalanan sendiri(explorer), menyerahkan kepada agen perjalanan (individual) ataupun berkunjung ketempat yang memang pada umumnya di 
kunjungi yang disebut organized mass (Bali, Jogja, Singapura, dan lainnya).

Dalam dunia pariwisata, seorang tenaga kerja akan banyak berinteraksi dengan orang lain di lapangan khususnya mereka yang bekerja sebagai tour leader atau tour guide. Bertemu dengan para client yang tujuan dan keinginan berwisatanya beragam, sebagai seorang pendamping perjalanan tentunya kita harus paham mengenai tiap pribadi anggota tour kita demi menjalinnya komunikasi yang lancar dan rasa nyaman dalam melakukan perjalanan. Sebab rasa nyaman tersebut adalah hal yang penting dalam membangun rasa percaya pula kepada tour leader atau tour guide bahkan perusahaan tour & travel yang diikuti. Apabila client percaya, maka mereka yang sering berwisata akan menggunakan jasa tour & travel tersebut lagi.


Jumat, 11 September 2015

first meeting

Pertama kali anda mendengar "psikologi pelayanan" tentu akan bertanya-tanya apa yang di maksud dengan kata tersebut, dalam bidang apakah ataupun seperti apa psikologi pelayanan tersebut. Pada umumnya psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kepribadian/jiwa seseorang melalui perilaku yang didapatkan melalui proses belajar. Proses pembelajaran 80% di pengaruhi oleh lingkungan, seperti apa orang-orang yang kita temui, attitude orang-orang yang berbeda, sikap, komunikasi dan lainnya. Saat ini orang yang terjun dalam dunia pariwisata yang sangat luas perlu belajar dan memahami bagaimana kita mampu melayani customer/client serta belajar untuk dapat menempatkan diri dalam suatu tempat dan kondisi.

Pada dasarnya pelayanan bersifat subjektif, berhubungan dengan perasaan (akeftif) dan bagaimana client bisa nyaman dengan kita. Dalam membangun rasa nyaman tersebut juga diperlukan pikiran (kognitif) yang luas dan perilaku yang baik sehingga memiliki attitude/sikap yang baik pula, sehingga dapat diterima oleh orang lain. Selain itu seseorang perlu memiliki komitmen yang berujung pada suatu perjanjian/kesepakatan. Apakah kesepakatan dengan perusahaan, pekerjaan, usaha ataupun client, dimana orang yang berkomitmen dan bertanggung jawablah yang akan dapat dipercayai oleh client. Secara personal juga perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan pelatihan demi mampu bersaing dalam dunia pariwisata yang begitu luas cakupannya.

Sebab pariwisata menjadi salah satu sektor pembangunan yang terus dikembangkan oleh pemerintah hingga saat ini, dimana pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia yang menjadi salah satu penghasil devisa negara. Saat  ini juga Indonesia harus bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus mampu bersaing dengan 9 negara ASEAN yaitu Myanmar, Kamboja, Laos,Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina. Sembilan megara tersebut juga pastinya bersiap untuk perdagangan bebas ini, tiap negara harus memperkuat sektor-sektor yang sungguh akan mempengaruhi kestabilan negara. Hal yang paling mendasar adalah mutu sektor pendidikan, demi menciptakan para tenga kerja yang berkualitas dan terampil sehingga mampu berkompetisi. Ketersediaan sarana dan prasarana yaitu infastruktur mempengaruhi pendistribusian barang serta jasa yang hingga saat ini menyebabkan negara Indonesia masih bergantung dengan produk impor untuk kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri dan meningkatkan kualitas produknya, serta tenaga kerja yang berkualitas. Sebab Indonesia sesungguhnya memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikelola serta potensi-potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan.