Jumat, 13 November 2015

KOMUNIKASI

"Komunikasi", kata yang dekat dengan kita bahkan setiap kali kita lakukan. Komunikasi berarti suatu seni dan proses seseorang atau kelompok dalam menyebarluaskan suatu informasi, gagasan dan perilaku dari seseorang atau kelompok kepada yang lainnya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan secara verbal atau lisan dan non verbal. Verbal biasanya terkait dengan kata-kata atau kalimat, intonasi, kecepatan, waktu dan lainnya. Sedangkan non verbal dilakukan dengan menggunakan gerakan tubuh, isyarat, ekspresi wajah, kontak mata, dan lainnya. 

Kedua bentuk komunikasi ini saling terkait dan melengkapi, namun berdasarkan sebuah penelitian komunikasi terdiri dari 7% verbal, 38% suara dan 55% ekspresi wajah dimana menunjukkan bahwa komunikasi non verbal lebih efektif. Sebab fungsi dari komunikasi non verbal sendiri adalah meyakinkan apa yang diucapkan (kata-kata), menunjukkan perasaan dan emosi, menunjukkan jati diri, dan menyempurnakan komunikasi verbal. Komunikasi non verbal dapat menyampaikan hal yang tidak dapat disampaikan langsung dengan kata-kata. Perbedaan verbal dan non verbal adalah komunikasi verbal dengan simboliknya yang eksplisit, spesifik dan berupa kalimat, proses yang berlangsung menggunakan otak kiri sedangkan non verbal itu implisit, reaksi alami dan berupa perilaku serta mengandalkan otak kanan. Berikut kelebihan dan kekurangan komunikasi verbal dan non verbal :
VERBAL + berupa lisan dan tulisan
                  membahas ide, abstraksi, kejadian masa lalu
                  terkontrol
                - redudansi, repetisi, ambigu, abstraksi
                  kata-kata terbatas
                  membutuhkan waktu
                  pesan yang disampaikan hanya sebagian

NON VEBAL + perasaan dan emosi tersampaikan
                         menyampaikan makna bebas dari penipuan, distrosi dan kerancuan
                         efisien dari sisi waktu, saran sugesti, menyempurnakan komunikasi verbal
                      -  sulit diatur atau diluar kontrol, alami sehingga kurang terencana

Selain itu terdapat jenis-jenis komunikasi yang terdiri dari:
  • Intrapersonal : komunikasi pada diri sendiri seperti berimajinasi, berkhayal
  • Interpersonal : komunikasi antara 2 orang tatap muka, lebih efektif
  • Kelompok kecil : komunikasi dalam jumlah sedikit >2 orang
  • Publik : komunikasi dalam lingkup lebih besar, lebih kompleks karena perbedaan pendapat
  • Massa : komunikasi dengan perantara media seperti surat kabar, TV, radio. Banyaknya makna dan tidak saling mengenalnya membuat komunikasi tidak efektif 
Adapula model-model komunikasi yang terdiri dari :
  • Linier : komunikasi berupa kata-kata,suara, tindakan atau gerak-gerik, seperti seorang ibu menasehati anaknya
  • Transaksional : komunikasi yang berlangsung secara terus menerus secara kooperatif dan saling bertanggung jawab atas dampak dan ekefetivitas komunikasi, seperti diskusi, mendayung sampan
  • Konvergensi : bersatunya layanan telekomunikasi, informasi dan penyiaran, media massa dimana adanya hubungan timbal balik (partisipan), seperti sosial media

Komunikasi akan menjadi efektif dengan mengandung komponen yaitu pengirim, penerima, media, umpan balik dan aturan yang disepakati. Dimana dalam proses komunikasi juga terdapat hambatan-hambatan untuk mencapai keefektifan komunikasi, hambatan tersebut diantaranya adalah suara gaduh atau birisik, media yang tidak sesuai, salah pengertian, emosi, perbedaan bahasa, dan kemampuan menyimak yang buruk. Kemampuan menyimak yang buruk berkaitan dengan perbedaan listening dan hearing, dimana hearing bersifat fisik, alami, dan pasif, sedangkan hearing lebih pada fisik dan mental, aktif (feedback), dan mencerna atau menyimak yang baik. Dengan menyimak dengan baik maka komunikasi dua arah juga akan berjalan dengan lancar, akan mempermudah interaksi kita dengan orang lain dan jauh dari kesalahpahaman.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar