Pertama kali anda mendengar "psikologi pelayanan" tentu akan bertanya-tanya apa yang di maksud dengan kata tersebut, dalam bidang apakah ataupun seperti apa psikologi pelayanan tersebut. Pada umumnya psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kepribadian/jiwa seseorang melalui perilaku yang didapatkan melalui proses belajar. Proses pembelajaran 80% di pengaruhi oleh lingkungan, seperti apa orang-orang yang kita temui, attitude orang-orang yang berbeda, sikap, komunikasi dan lainnya. Saat ini orang yang terjun dalam dunia pariwisata yang sangat luas perlu belajar dan memahami bagaimana kita mampu melayani customer/client serta belajar untuk dapat menempatkan diri dalam suatu tempat dan kondisi.
Pada dasarnya pelayanan bersifat subjektif, berhubungan dengan perasaan (akeftif) dan bagaimana client bisa nyaman dengan kita. Dalam membangun rasa nyaman tersebut juga diperlukan pikiran (kognitif) yang luas dan perilaku yang baik sehingga memiliki attitude/sikap yang baik pula, sehingga dapat diterima oleh orang lain. Selain itu seseorang perlu memiliki komitmen yang berujung pada suatu perjanjian/kesepakatan. Apakah kesepakatan dengan perusahaan, pekerjaan, usaha ataupun client, dimana orang yang berkomitmen dan bertanggung jawablah yang akan dapat dipercayai oleh client. Secara personal juga perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan pelatihan demi mampu bersaing dalam dunia pariwisata yang begitu luas cakupannya.
Sebab pariwisata menjadi salah satu sektor pembangunan yang terus dikembangkan oleh pemerintah hingga saat ini, dimana pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia yang menjadi salah satu penghasil devisa negara. Saat ini juga Indonesia harus bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus mampu bersaing dengan 9 negara ASEAN yaitu Myanmar, Kamboja, Laos,Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina. Sembilan megara tersebut juga pastinya bersiap untuk perdagangan bebas ini, tiap negara harus memperkuat sektor-sektor yang sungguh akan mempengaruhi kestabilan negara. Hal yang paling mendasar adalah mutu sektor pendidikan, demi menciptakan para tenga kerja yang berkualitas dan terampil sehingga mampu berkompetisi. Ketersediaan sarana dan prasarana yaitu infastruktur mempengaruhi pendistribusian barang serta jasa yang hingga saat ini menyebabkan negara Indonesia masih bergantung dengan produk impor untuk kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri dan meningkatkan kualitas produknya, serta tenaga kerja yang berkualitas. Sebab Indonesia sesungguhnya memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikelola serta potensi-potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar