Jumat, 18 September 2015

Kepribadian

Dunia pariwisata dikenal dengan pelayanannya, ramah tamah, pengetahuan, perilaku dan terpenting adalah attitude. Attitude menjadi dasar dalam dunia kerja, dunia pariwisata dimana banyaknya interkasi dengan pribadi-pribadi baru. Pribadi yang memiliki beragam kepribadian, kepribadian adalah keseluruhan cara seorang individu dalam bereaksi dan berinteraksi dengan individu lain. Berdasarkan psikologi, kepribadian merupakan berbagai aspek psikis dan fisik yang merupakan suatu stukrur dan proses yang dapat berubah sesuai dengan lingkungannya. Terdapat beberapa aspek kepribadian, yaitu: 
  • Karakter : mematuhi etika perilaku, memegang pendirian
  • Tempramen : mereaksi rangsangan yang datang dari lingkungan
  • Sikap : sambutan terhadap objek yang bersifat positif, negatif atau ambivalen
  • Stabilitas emosi : reaksi emosional terhadap rangsangan, seperti marah, sedih, atau putus asa
  • Responsibilitas : siap menerima resiko dari perbuatan yang dilakukan
  • Sosiabilitas : hubungan interpersonal, seperti sifat terbuka atau tertutup dan kemampuan komunikasi.
Aspek-aspek tersebut tentunya dipengaruhi banyak faktor pula, antara lainnya adalah faktor keturunan dimana sudah menjadi bawaan genetika (fisik,tingkat energi,irama biologis,dan lainnya) dan keluarga menjadi dasar pembentukan karakter seseorang, ada juga faktor lingkungan memiliki pengaruh besar dimana seseorang tumbuh dan dibesarkan dengan nilai dan norma, serta karakteristik yang umumnya melekat dalam diri seseorang (malas,ambisius,malu,takut,dan lainnya). Dalam mengetahui kepribadian seseorang, dapat dilakukan tes seperti tes MBTI mengenai kecendrungan sifat dasar manusia.

  • Attitude : Introvert, Extrovert
  • Information Gathering : Sensing, Intuition
  • Desicion Making : Thinking, Feeling
  • Sturcture Orientation : Judging, Perceiving
Ada juga tes DISC mengenai tipe-tipe perilaku dan gaya kepribadian,yaitu:
  • Dominance : bersikap tegas, keras, independen, dan ambisius. Pribadi yang menyukai tantangan dan persaingan.
  • Influence : pribadi yang suka menghibur orang lain, senang berteman, berpartisipasi dan hal lain yang bersifat sosial.
  • Steadiness : orang yang berkeras hati, gigih, sabar, stabil dan fokus.
  • Compliance : pribadi yang suka dengan hal yang detail, mengikuti prodesur dan tanggung jawab. Penuh pertimbangan dan kritis namun lambat dalam pegambilan keputusan.
Dalam diri manusia terdapat 4 jenis kepribadian, secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut :

  1. Sanguin : pada umumnya pandai persuasif, ekspresif, senang bersosialisai namun disisi lain mudah tepengaruh dan membesar-besarkan suatu hal.
  2. Koleris : senang memimpin, mengambil keputusan, mandiri, biasanya memiliki visi ke depan namun terkadang menuntut orang lain,terlalu keras dan kaku.
  3. Melankolis : Analistis, kritis, perfeksionis, melihat sisi negatif, pendendam dan sulit bersosialisasi.
  4. Plegmatis : mudah bergaul, santai, tenang, peduli, rasa rumor tinggi, namun kurang auntisias, mudah takut dan khawatir, suka menunda-nunda.
Mengetahui kepribadian client/wisatawan sangat membantu pekerja dalam dunia pariwisata berperilaku, mengendalikan diri dan tindakan menyesuaikan pribadi yang dilayani. Sebab client ingin seorang yang tepat waktu, bekerja dengan baik, bertanggung jawab, loyal dan pastinya dapat diajak berkomunikasi dua arah. Setiap pribadi memiliki karakteristik yang tentunya tidak sama dengan yang lain, seseorang yang ingin berwisata juga memiliki tipe-tipe yang berbeda. Ada wisatawan yang ingin berkunjung ke daerah yang belum pernah ia kunjungi sama sekali (drifter), melakukan perjalanan ketempat yang jarang dikunjungi orang dengan mengatur perjalanan sendiri(explorer), menyerahkan kepada agen perjalanan (individual) ataupun berkunjung ketempat yang memang pada umumnya di 
kunjungi yang disebut organized mass (Bali, Jogja, Singapura, dan lainnya).

Dalam dunia pariwisata, seorang tenaga kerja akan banyak berinteraksi dengan orang lain di lapangan khususnya mereka yang bekerja sebagai tour leader atau tour guide. Bertemu dengan para client yang tujuan dan keinginan berwisatanya beragam, sebagai seorang pendamping perjalanan tentunya kita harus paham mengenai tiap pribadi anggota tour kita demi menjalinnya komunikasi yang lancar dan rasa nyaman dalam melakukan perjalanan. Sebab rasa nyaman tersebut adalah hal yang penting dalam membangun rasa percaya pula kepada tour leader atau tour guide bahkan perusahaan tour & travel yang diikuti. Apabila client percaya, maka mereka yang sering berwisata akan menggunakan jasa tour & travel tersebut lagi.


Jumat, 11 September 2015

first meeting

Pertama kali anda mendengar "psikologi pelayanan" tentu akan bertanya-tanya apa yang di maksud dengan kata tersebut, dalam bidang apakah ataupun seperti apa psikologi pelayanan tersebut. Pada umumnya psikologi merupakan ilmu yang mempelajari mengenai kepribadian/jiwa seseorang melalui perilaku yang didapatkan melalui proses belajar. Proses pembelajaran 80% di pengaruhi oleh lingkungan, seperti apa orang-orang yang kita temui, attitude orang-orang yang berbeda, sikap, komunikasi dan lainnya. Saat ini orang yang terjun dalam dunia pariwisata yang sangat luas perlu belajar dan memahami bagaimana kita mampu melayani customer/client serta belajar untuk dapat menempatkan diri dalam suatu tempat dan kondisi.

Pada dasarnya pelayanan bersifat subjektif, berhubungan dengan perasaan (akeftif) dan bagaimana client bisa nyaman dengan kita. Dalam membangun rasa nyaman tersebut juga diperlukan pikiran (kognitif) yang luas dan perilaku yang baik sehingga memiliki attitude/sikap yang baik pula, sehingga dapat diterima oleh orang lain. Selain itu seseorang perlu memiliki komitmen yang berujung pada suatu perjanjian/kesepakatan. Apakah kesepakatan dengan perusahaan, pekerjaan, usaha ataupun client, dimana orang yang berkomitmen dan bertanggung jawablah yang akan dapat dipercayai oleh client. Secara personal juga perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan pelatihan demi mampu bersaing dalam dunia pariwisata yang begitu luas cakupannya.

Sebab pariwisata menjadi salah satu sektor pembangunan yang terus dikembangkan oleh pemerintah hingga saat ini, dimana pariwisata mempunyai peran penting dalam pembangunan Indonesia yang menjadi salah satu penghasil devisa negara. Saat  ini juga Indonesia harus bersiap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), Indonesia harus mampu bersaing dengan 9 negara ASEAN yaitu Myanmar, Kamboja, Laos,Vietnam, Singapura, Brunei Darussalam, Malaysia, Thailand, Filipina. Sembilan megara tersebut juga pastinya bersiap untuk perdagangan bebas ini, tiap negara harus memperkuat sektor-sektor yang sungguh akan mempengaruhi kestabilan negara. Hal yang paling mendasar adalah mutu sektor pendidikan, demi menciptakan para tenga kerja yang berkualitas dan terampil sehingga mampu berkompetisi. Ketersediaan sarana dan prasarana yaitu infastruktur mempengaruhi pendistribusian barang serta jasa yang hingga saat ini menyebabkan negara Indonesia masih bergantung dengan produk impor untuk kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu Indonesia perlu memperkuat produksi dalam negeri dan meningkatkan kualitas produknya, serta tenaga kerja yang berkualitas. Sebab Indonesia sesungguhnya memiliki banyak sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan dan dikelola serta potensi-potensi sumber daya manusia yang dapat dikembangkan.